Beranda TRENDING Bayi di Minimarket, Hentikan Eksploitasi Orang Tua terhadap Anak

Bayi di Minimarket, Hentikan Eksploitasi Orang Tua terhadap Anak

5

DKI.KABARDAERAH.COM- Entah apa yang dipikirkan Suling, sehingga ia tega meletakkan anaknya, Muhammad Ucok, yang lemah tak bertenaga di lantai sebuah minimarket di kawasan Sarinah, Selasa (13/2) malam.

Video viral kelakuan Suling ini pertama kali diunggah oleh Nana Marlena di akun Instagramnya. Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan oleh warganet.

“Jujur aku sangat peduli sekali dengan anak-anak, hati aku tergerak ketika aku melihat anak bayi yang berumur 1 tahun ini terbaring lemas di lantai, dan mencoba untuk duduk tetapi anak tersebut tidak mampu untuk duduk,” tulis Nana.

“Aku lihat si anak itu lemas enggak ada tenaga. Aku mau coba samperin tapi aku takut bapaknya tersinggung,” ujar Nana kepada wartawan, Jumat (16/2).

Dihubungi di hari yang berbeda, Azizah, seorang pegawai mini market tempat Suling meletakkan bayinya membenarkan peristiwa itu.

Menurut Azizah, Suling datang ke mini market tempat ia bekerja sekitar pukul 11.00 malam. Kedatangan itu, kata Azizah, Suling ingin menukarkan uang receh hasil ngamen bersama bayinya.

“Saya menegur, tapi dia cuma bilang ntar mau nukar,” ungkap Azizah.

Setelah ditelusuri, Ucok adalah anak kandung Suling, dan ia diduga sengaja memberikan obat anti mabuk agar Ucok yang masih berusia 11 bulan itu tertidur dan tidak rewel.

“Teman teman di sini juga pernah lihat bahwa dia kasih obat antimo agar anaknya paling bungsu itu bisa diam dan tidur,” ujar Ketua Pemusik Jalan Sabang (KPJS), Anel saat ditemui kumparan.

Tak butuh waktu lama untuk Polres Metro Jakarta Pusat menemukan Suling, petugas berhasil mengamankan Suling pada Rabu (14/2) sore. Untuk menangani kasus ini, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Dinas Sosial DKI.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik masih mendalami semua informasi yang ada. Termasuk dugaan adanya pidana eksploitasi anak.

“Tentunya semua tergantung dari saksi-saksi, baru nanti disimpulkan oleh penyidik kena unsur pasal berapa,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/2).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga memberikan respons. Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Sholihah, lewat keterangan tertulis, Jumat (16/2), meminta polisi segera memastikan apakah Ucok memang benar mengonsumsi suatu zat adiksi atau semacamnya.

Menurut Maryati, menurut undang-udang perlindungan anak, siapapun dilarang mengeksploitasi anak, meski hal tersebut dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Bagi pelaku eksploitasi anak, dapat dikenakan pasal tindak pidana. Selain itu, Ia berharap Jakarta benar-benar bisa terbebas dari praktik eksploitasi anak. ***

(gunawan/kumparan)