Beranda DAERAH Guru-Guru SMKN 2 Satui Di Undang Mengikuti Pelatihan K-13 Di Jawa Barat

Guru-Guru SMKN 2 Satui Di Undang Mengikuti Pelatihan K-13 Di Jawa Barat

62

KALSEL.KABARDAERAH.COM – Kemendikbud menargetkan tahun 2018/2019 kurikulum 2013 dapat dilaksanakan 100 % disemua sekolah khususnya jenjang SMA/SMK/MA di Pulau Kalimantan.

Dalam hal ini Lembaga PPPPTK IPA yang berkantor di Kota Bandung ini diberikan tugas oleh kemendikbud untuk melaksanakan pelatihan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dr. Sediono Abdullah Ketua P4TK IPA dalam sambutannya diacara pembukaan diklat pelatihan K13 (kurikulum 2013) menyampaikan Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik, sehingga menjadi diterminan peningkatan kualitas pendidikan disekolah. Dan diharapkan setelah dilaksanakan pelatihan ini kepada seluruh guru dapat menyalurkan ilmunya dan memperaktekan saat mengajar. Penerapan K13 ini dalam rangka menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing dan dapat menjawab kebutuhan dunia kerja. Imbuhnya saat sambutan

Ada 5 rombel dalam pelaksanaan pelatihan K13 yang diadakan oleh PPPPTK IPA.  Saat ini rombel kedua yang diundang ada 3 bidang study yaitu bidang bahasa indonesia, JPOK dan Kewirausahaan. Pelatihan ini berlangsung mulai tanggal 18 – 23 mei 2018 di kampus 2 BPSDM Kota Cimahi.

Bu Ike Rismawati Guru Kewirausahaan SMKN 2 Satui (kabupaten tanah bumbu) menyatakan bahwa kami sangat berterima kasih telah diundang dan dilatih langsung oleh P4TK IPA. Banyak manfaatnya kami disini tidak hanya menimba ilmu kepada ahlinya langsung tapi kami juga bisa tukar pengalaman dengan guru-guru lainnya dari berbagai daerah se-kalimantan. “Dengan pelatihan K13 ini kami semakin memahami apa maksud dan tujuan dari kurikulum 2013. Salah satunya adalah pembentukan karakter siswa dengan output yang dihasilkan dapat berdaya saing dan menjadi interpreneurship baru nantinya. Dengan menjadi pengusaha muda tentu bermanfaat untuk keluarga, kolega, dan masyarakat luas,” Ucapnya.

Kewirausahaan salah satu pelajaran adaptif yang wajib dipilih dilingkungan Sekolah Menengah Kejuruan. Dengan pelajaran Kewirausahaan ini tujuannya agar siswa mengenal atau memahami dasar-dasar berwirausaha sebagai bekal setelah lulus sekolah nanti.

Ibu Ike Rismawati menambahkan selain penguatan pembentukan karakter diharapkan juga siswa zaman now ini memperbanyak kerjasama denga siswa lain dalam segala hal. Misal saya tidak punya modal untuk usaha tetapi punya kreativitas yang bernilai, sedangkan teman saya punya modal tapi tidak kreatif. Jika ini dikolaborasi akan menghasilkan outpun yang bernilai yaitu terciptanya usaha usaha baru. Karena dengan kerjasamalah kita saling melengkapi satu sama lainnya. Sudah bukan zamannya kalau kita masih mempertahankan cara cara individualistik yang memperlambat kemajuan.

Pelatihan kurikulum 2013 yang dilaksanakan tahap kedua ini PPPPTK IPA mengundang guru-guru sebanyak 65 orang. Terdiri dari 3 jurusan (PJOK, Bahasa indonesia, Kewirausahaan) tersebar di berbagai daerah yaitu  Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. (AM)