Beranda DAERAH KAHMI Kab. Tanah Bumbu Angkat Bicara Menyangkut Nasib Guru Honorer

KAHMI Kab. Tanah Bumbu Angkat Bicara Menyangkut Nasib Guru Honorer

91

KALSEL.KABARDAERAH.COM  Hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei 2018 banyak perhatian dan berita-berita dimedia sosial tentang kondisi pendidikan dan nasib guru di berbagai daerah saat ini.

Salah satu tokoh bangsa menyampaikan perhatiannya tentang pendidikan zaman now, yaitu Bapak Zulkifli Hasan (Ketua MPR) menyampaikan bahwa pendidikan artinya guru. Ingat dulu jepang waktu di bom atom, ditanyak masih berapa guru tersisa? Jadi gurulah kunci untuk memajukan suatu bangsa untuk mengubah suatu peradaban. Oleh karena itu, perhatian terhadap guru termasuk kesejahteraannya itu wajib.

Kalau tidak diperhatikan, bagaimana guru mau menambah ilmu, upgrade pengetahuannya, kalau pendapatannya saja tidak jelas. Jadi saya minta pemerintah pusat, pemerintah daerah, harus memenuhi minimal pendapatan guru itu UMR. Masak kalah sama “UMR”. Ucapnya

Yang disampaikan oleh kakanda Zulkifli Hasan (Ketua MPR) kami sangat mengapresiasi sebab bagaimana pendidikan kita bakal maju dan berdaya saing kalau kesejahteraan gurunya masih memprihatinkan. Ucap Mubarok

“Apa bisa pendidikan kita semakin baik, menghasilkan siswa yang berkualitas, kalau kesejahteraan gurunya kurang diperhatikan. Padahal kita tau yang menentukan kualitas pendidikan disekolah adalah guru, seperti halnya yang diucapkan ketua MPR bahwa guru adalah kunci memajukan suatu bangsa untuk mengubah suatu peradaban,” ucap Mubarok Sekretaris Umum KAHMI Kab. Tanah Bumbu kepada kalsel.kabardaerah.com pada hari kamis (03/05) di sekretariat KAHMI Tanbu.

Masih banyak guru honor dikalimantan selatan menyambi kerjaan lainnya yaitu ada yang sambil menyambi jadi pemulung, tukang ojek, bertani, berkebun, dan berdagang keliling.

“Saat ini guru honor se kalimantan selatan khususnya tingkat SMA/SMK/MA sebanyak 5.000 lebih dan tiap bulan gajinya 1jt/bulan masih jauh dari UMR Provinsi.  Besaran UMR Provinsi adalah 2.454.000/bln, dari besaran tersebut gaji honor guru tidak sampai 50% cukup memprihatinkan. Oleh karena itu mohon pak Gubernur memperhatikan betul kesejahteraan guru. Seperti yang disampaikan beliau bahwa bangsa kita ini adalah bangsa pemenang oleh karena ini mari kita bergerak termasuk memperjuangkan dan memperhatikan kesejahteraan guru honorer agar pendidikan kita di kalimantan selatan berdaya saing dan siswanya menjadi siswa pemenang ditingkat nasional”. Tambahnya

Mubarok menjelaskan kita tau bersama pelajar dan guru dikalimantan selatan masih minim prestasi jika kita tandingkan dengan provinsi lainnya. Perlu di garis bawahi betul-betul diperhatikan kesejahteraan guru honorer agar mereka fokus meningkatkan ilmunya, upgrade pengetahuannya demi menghasilkan peserta didik yang punya nilai tawar tinggi dan berdaya saing baik itu level nasional maupun internasional setelah lulus sekolah nanti. (AM)