Beranda FOKUS Kain Sasirangan Siap Bersaing Menuju Pasar Dunia

Kain Sasirangan Siap Bersaing Menuju Pasar Dunia

21

KALSEL.KABARDAERAH COM – Forum Diskusi Sasirangan (FDS) merupakan rangkaian dari agenda Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2018. Forum Diskusi Sasirangan diselenggarakan pada Rabu (07/03). Bertempat di Rumah Anno Banjarmasin.

Forum Diskusi Sasirangan ini mengangakat tema Reposisi Kain Sasirangan. Diskusi tersebut sebagai salah satu alternatif untuk mempopulerkan Kain Sasirangan hingga menembus pasar dunia.

Diskusi ini diisi oleh empat narasumber, dari Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Siti Wasilah, Kepala Dinas Disperindag Provinsi Kalsel, Hasan Talaohu, serta dari pelopor pengrajin sasirangan Yurliani Joansyah, Budayawan dan Mokhlis Maman.

Disisi lain, diskusi tersebut diselenggarakan untuk mengapresiasi kain sasirangan. Apabila melihat sejarah, kain sasirangan merupakan budaya dari Kota Banjarmasin, yang mana saat ini pemerintah kota maupun daerah mulai meningkatkan kain sasringan untuk menjadi komoditi daerah yang diharapkan nantinya dapat menembus pasar dunia.

Dalam pemaparannya, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Siti Wasilah menyatakan agar kain sasirangan mampu berkembang seperti halnya kain batik tetapi tidak meninggalkam nilai-nilai sejarahnya.

“Saat ini kita bisa dikatakan berkaca kepada perkembangan kain di daerah lain, katakan saja batik, sedemikan mereka berkembang bisa memenuhi permintaan secara massal, namun tidak meninggalkan yang bersifat sejarah”, tutur Siti Wasilah.

Siti Wasilah juga menambahkan agar motif sasirangan tidak disalah tempatkan lagi dalam berbagai hal.

“Motif tertentu seharusnya tidak berada atau tidak digunakan untuk perkakas, seperti alas meja, tempat tisu atau bahkan tempat sampah,” tambahnya.

Namun, Forum diskusi tersebut belum mencapai hasil yang di harapkan, karena keterbatasan waktu, dan akhir diskusi hanya sampai di titik dimana akan ada forum diskusi lanjutan untuk membahas lebih jauh tentang sasirangan.

Dalam forum diskusi lanjutan nanti, akan lebih mereposisi kain sasirangan, dari usaha mikro menjadi berskala besar, agar bisa bersaing di skala Nasional dan Internasional.

Selebihnya, rencana forum diskusi lanjutan tersebut, akan mereposisi tentang memposisikan motif yang sesuai dengan nilai-nilai, agar tidak lepas dari sejarah.