Beranda TERBARU Keluarga Stunting Di Satui Kabupaten Tanah Bumbu

Keluarga Stunting Di Satui Kabupaten Tanah Bumbu

380

TANAHBUMBU, KALSEL.KABARDAERAH.COM – Desa Sungai Danau Kecamatan Satui termasuk dalam wilayah kabupaten tanah bumbu yang ada keluarga stuntingnya, padahal desa sungai danau ini bisa dikatakan desa maju.

Keluarga tersebut beralamat di Jl. PLN Lama RT 06 Ds. Sungai Danau. Jika diperhatikan keluarga tersebut belum terdeteksi oleh pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

“Perlu kita sadari bersama bahwa masih banyak saudara kita yang perlu uluran tangan kita. Seperti memberikan zakat bulanan atau bantuan lainnya, jika tidak ada bantuan cukup kita silaturahmi kepadanya. Karena dengan silaturahmi akan menambah rejeki kita semua.” Ucap Mubarok tokoh pemuda tanah bumbu kepada kabardaerah.com minggu, 29/07/2018.

Keluarga mas Iwan (35thn) tersebut terdiri dari Istri, 3 anak. Ada yang sudah kelas 2 SD dan paling bungsu usianya 3 bulan (laki-laki).

Mas Iwan mengatakan bahwa saya mengurus KK sangat sulit. Padahal istri asli sungai danau dan saya sudah ada disini sejak tahun 1990. “Saya mengurus KK agar anak lancar sekolah tapi sulit jadi waktu ngurus ke capil di kecamatan ,akhirnya saya pakai Akta Nikah buat lampiran berkas anak. Dan alhamdulillah ditrima sekolah.”

Kehidupan sehari-hari mas Iwan tidak menentu. Terakhir kali diminta perusahaan jaga alat berat selama sebulan lebih tapi sampai sekarang tidak dibayar-bayar.

“Kami sudah menghubungi kades H. Asul melalui via Whatsapp dan beliau besok langsung turun kelapangan, karena beliau juga baru tau informasi ini. Dan ini jangan hanya menjadi perhatian kepala desa tapi perlu uluran tangan dari kita semua baik dari pemerintah daerah, Dewan, masyarakat lainnya. Seperti mengurus KK yang sulit ini perlu perintah langsung dari Bapak Bupati memerintahkan jajarannya agar dibantu. Kita sudah tidak bisa bicara kondisi ideal sebab kondisi keluarga tersebut betul-betul membutuhkan bantuan.” Tambah Mubarok

Zaman modern ini memang betul-betul kita diuji yang namanya sifat kepedulian, kebersamaan. Karena melihat zaman now ini budaya gotong royong, tolong menolong mulai terkikis.

“Mas Iwan orangnya tegar wajahnya tidak menunjukkan kepada orang lain kalau membutuhkan bantuan. Sosok yang luar biasa bagi saya mas Iwan sebagai kepala keluarga tidak pernah mengeluh. Kami berharap kepada pemimpin-pemimpin yang ada di kabupaten tanah bumbu untuk mengulurkan tangannya untuk membantu keluarga stunting tersebut. Jika tidak bisa membantu setidaknya Silaturahmi itu cukup membuat keluarga mereka bahagia. Rintangan melanda mas iwan seperti gajinya yg hanya dijanji-janji tapi tidak dibayar-bayar, seperti ini perlu aparat yang membantu karena bisa dikategorikan penipuan ya. Buat mas Iwan sekeluarga semoga segera keluar dari kesulitan ini, Insaallah derajat mas Iwan akan diangkat oleh allah swt melalui ujian ini (QS. Ali-Imron:186). (AM)