Beranda ADVERTORIAL Menguak Carut Marut Pelaksanaan Proyek Bina Marga Tahun 2017 Dinas PUPR Kota...

Menguak Carut Marut Pelaksanaan Proyek Bina Marga Tahun 2017 Dinas PUPR Kota Padang

13

SUMBAR.KABARDAERAH.COM— Ibukota Propinsi layaknya wajah dan pintu gerbang bagi propinsi tersebut, sudah layaknya kota tersebut bersolek karena akan menjadi acuan bagi kabupaten dan kota lainnya.

Kota Padang sebagai Ibu Kota Propinsi Sumatera Barat sudah selayaknya bersolek karena merupakan pintu gerbang bagi mereka yang mau berkunjung ke Sumatera Barat.

Namun sangat disayangkan sekali, jalan yang merupakan infrastruktur penunjang kondisinya telah banyak yang memprihatinkan, dapat dikatakan kondisinya ada sebagian yang telah hancur.

Ini yang sekarang menjadi pertanyaan bagi masyarakat Kota Padang, siapa yang salah. Dana yang tidak mencukupi atau pelaksanaannya yang terindikasi asal-jadi sehingga masih dalam hitungan bulan jalan yang baru selesai dikerjakan telah hancur, karena daalam pelaksanaannya tidak mengutamakan mutu hanya berusaha mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya.

Salah satu contohnya, Proyek Pembangunan Jembatan Koto Baru, Kota Padang, Sumatera Barat yang belum lama ini selesai dikerjakan.

Kondisinya sekarang telah menjadi pertanyaan besar karena kondisi jalan disekitar jembatan tersebut yang merupakan bagian dari Pembangunan Jembatan tersebut sekarang telah mengalami banyak keretakan.

Terbukti saat kabardaerah.com belumlama ini kelokasi Pembangunan jembatan tersebut, dilapangan terlihat kondisi jalan yang berada disisi jembatan tersebut telah banyak yang mengalami keretakan.

Ini yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat yang melintas didaerah tersebut, belum lama proyek tersebut selesai tapi mengapa kondisinya sekarang telah banyak mengalami keretakan, padahal jalan tersebut hanya dilewati oleh kendaraan kecil, tidak ada kendaaraan dengan tonase besar yang melintasi ruas jalan tersebut.

Hendri Zulviton, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Padang yang dihubungi melalui telepon selulernya dengan Aplikasi WA terkesan sedang sibuk karena Ia mengatakan sedang Musrenbang.

Untuk Pembangunan Jembatan dengan Type Rangka Baja yang dikerjakan oleh PT. Dawas Gemilang Mandiri Hendri Zulviton sedikit berkomentar, jika ada yang rusak diperbaiki karena masa pemeliharaanya selama 1 tahun.

Waktu ditanyai penyebab terjadinya banyak keretakan tersebut, Hendri Zulviton tidak mau berkomentar. Apakah terindikasi keretakan tersebut terjadi karena mutu beton yang tidak baik atau karena kurangnya pemadatan dan kurang bagusnya material timbunan sehingga terjadi penurunan yang menyebabkan keretakan.

Atau tidak dilakukan pemotongan beton oleh Kontraktor Pelaksana setelah dilakukan pengecoran guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya keretakan dikemudian hari, Ia tidak mau berkomentar.

Selain telah terjadi banyak keretakan, kondisi jalan tersebut juga tidak datar, terindikasi waktu melakukan pengecoran tidak dilakukan pemadatan dengan sempurna sehingga sekarang kondisi jalan tersebut terlihat banyak yang bergelombang.

Pemadatan terkesan hanya dilakukan secara manual tidak menggunakan alat, sehingga sekarang kondisinya begelombang yang sangat mengganggu kenyaman pengguna jalan yang melewati ruas jalan tersebut.
Bukan itu saja, Hendri ZulViton selaku Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Padang juga terkesan tutup mata waktu ditanyai mengenai kegiatan lain yang telah dilakukan pada Tahun 2017 yang lalu.

Seperti untuk pengaspalan beberapa ruas jalan yang belum lama ini dilakukan, sekarang kondisinya juga telah memprihatinkan. Ada yang telah mengalami keretakan, pecah dan banyak yang bergelombang ‘bleeding’.

Besar kemungkinan permasalahan keretakan, pecah dan banyaknya gelombang yang terjadi pada ruas jalan yang baru selesai dikerjakan untuk Tahun Anggaran 2017 yang lalu karena mutu aspal yang jelek karena aggregatnya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Atau karena ada indikasi telah terjadinya pengurangan volume aspal dengan cara mengurangi ketebalan material aspal yang dihampar dilapangan. Juga bahu jalan yang tidak dilakukan pengecoran, serta ditimbun dengan material pilihan sehingga banyak bagian bahu jalan yang curam dan yang telah pecah.

Sehingga bahu jalan yang sangat dalam dan curam tersebut sekarang ini sangat mengganggu para pengguna jalan dan dapat menyebabkan kecelakaan jika kendaraan kebetulan menginjak bahu jalan tersebut.

Selain itu, satu lagi yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat Kota Padang, Proyek PembangunanTagline Landmark Kota Padang yang berlokasi di Gunung Padang yang telah menelan biaya lebih kurang Rp. 6.734.914.000,- juga syarat dengan permasalahan.

Apakah proyek yang dikerjakan oleh PT. Prindos Jaya tersebut sekarang ini telah di Provisional Hand Over (PHO-red), karena menurut informasi ada material batu yang menghalangi beberapa huruf Tagline Landmark Kota Padang tersebut.

Hendri Zulviton selaku Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Padang juga tidak mau berkomentar.

Jadi untuk menjawab pertanyaan besar dari masyarakat Kota Padang untuk permasalahan-permasalahan yang terjadi tersebut, kabardaerah.com juga akan melakukan investigasi lapangan guna menguaknya. Kita tunggu saja.

(Dtk)