Beranda ARTIKEL Pemikiran Ekonomi M. DAWAM RAHARDJO

Pemikiran Ekonomi M. DAWAM RAHARDJO

28

KALSEL.KABARDAERAH.COM – Kalau kita explore pemikiran Mas Dawam (panggilan akrabnya) dengan membaca karya-karyanya yg dikenal dalam banyak dimensi (ekonomi, politik, sosial, budaya hingga syair, filsafat dan agama). Dan bukan hanya man of thinker tapi juga man of action (2 kali sebagai Rektor, mengembangkan industri kecil dan agribisnis, koperasi, pesantren, LSM, komunitas epistemik, jurnal filsafat dan agama, LP3ES, Aktivis HMI, salah seorang Pendiri ICMI, senior KAHMI, Guru banyak aktivis bahkan Guru Bangsa).

Dengan luasnya aktivitas intekektual, kepemimpinan dan manajerial sekaligus praktisi terseut maka kalau diskusi dengan beliau, tak hanya terasa begitu luas, dalam dan banyaknya referensi yg dikuasai dalam berbagai keilmuan, namun yg amat mengagumkan juga begitu detail dan banyak gagasan praktis, terutama dalam bidang ekonomi, manajemen dan pendidikan serta pendidikan tinggi.

Namun dalam testimoni ini, saya hanya akan membatasi khusus soal pemikiran ekonomi dimana juga menjadi bidang Penulis. Banyak kesempatan Penulis berinteraksi dengan beliau dalam diskusi pemikiran ekonomi secara langsung, tapi yg paling spesial adalah ketika diminta membuat pengantar buku karya “exemplar”.

Beliau tentang ekonomi (satu diantara puluhan buku karya beliau), yakni buku NALAR EKONOMI POLITIK terbitan IPB press.

Dalam pengantar tersebut saya menyatakan bahwa pemikiran Profesor. M. Dawam Rahardjo sulit di”kandang”kan dalam kategori mazhab tertentu. Apa Neoclasical, Liberal, Sosialis, Strukturalis, Dependentist, Institutionalis dan seterusnya. Tapi saya nyatakan beliau ini berfikir secara ECLECTIC, tergantung konteksnya.

Jadi, ketika melihat fenomena tertentu mas Dawam bisa “meminjam” teori. marxist atau neomarxist atau neoklasik atau kelembagaan atau lainnya atau bahkan kombinasi beberapa  teori. Yang penting bagi Mas Dawam, bagaimana fenomena ekonomi tersebut dapat dijelaskan secara kritis sehingga pembaca dapat memahami ataupun memberikan solusi secara tepat dengan konsen utamanya secara makro adalah kesejahtraan rakyat, keadilan sosial dan kemanusiaan. Kalau secara mikro adalah efisiensi, efektivitas dan governance.

Gara-gara pengkategorian Eclectic tersebut yang mengagetkan,  Mas Dawam protes bahkan marah yg disampaikan di berbagai forum termasuk dalam pidato resmi ketika Mas Dawam mendapat penghargaan “Bakri Award” di bidang pemikiran sosial dan terakhir justru ketika saya diminta jadi Pembahas Buku Dawam Rahardjo “EKONOMI POLITIK DAN PEMBANGUNAN” (buku tebal kumpulan karya tulisan Dawam yg aditornya Dr. FADLI ZON) di Jakarta. Dawam langsung di depan saya protes atas pengkategorian Eklektik kepadanya sebagai Ekonom. Menurut Dawam, akunya sbg Institutionalist, tapi saya senang mendapat kesempatan langsung untuk menjelaskan alasan saya mengapa saya mengkategorikan Dawam sebagai Ekonom Eklektik. Yang intinya saya bilang bahwa para Nabi itu adalah “EKLEKTIK AGUNG” karena lengkapnya dimensi yg ada pada pribadi yg agung tersebut. Dengan demikian, anda mendekati kategori Nabi di bidang Ekonom. Mas Dawam tampak tersenyum dan saya merasa beliau mengerti dengan pengkategorian saya tersebut. Dengan kata lain bahwa M. DAWAM RAHARDJO adalah PEMIKIR BESAR EKONOMI INDONESIA.

Selamat kembali ke haribaan Allah SWT. Nanti pada saatnya kami menyusul Mas. Semoga khusnul khotimah. Amin

Oleh

Prof. Sidin S. Damanhuri