Beranda TERBARU Perusahaan Tambang Respons Korban Banjir Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap

Perusahaan Tambang Respons Korban Banjir Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap

12

Kalselkabardaerah.com

Perusahaan Tambang Respons Korban Banjir Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap

Perusahaan Tambang Respons Korban Banjir Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap

Manajemen PT SSDK mengunjungi para korban banjir di Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Minggu (20/5/2018) siang sekitar pukul 14.00 Wita.

Perusahaan pertambangan batu bara di Desa Bukitmulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut langsung merespons keluhan warga.

Kepala Desa Bukitmulia, Suparno mengaku langsung menghubungi pihak perusahaan pertambamgan batu bara yang terdekat.

Upaya itu dilakukan Suparno mengantisipasi agar luapan air banjir tidak mengenang seluruh permukaan wilayah Desa Bukitmulia.

“Alhamdulillah, air mulai surut setelah satu gorong-gorong di Jalan akses pertambangan batu bara dibongkar. Jalan akses itu sementara ini ditutup agar air yang merendam sebagian wilayah Desa Bukitmulia cepat teratasi,” katanya, Minggu (20/5/2018) malam.

Menurut Suparno, wilayah Desa Bukitmulia Kecamatan Kintap memang sebagian besar menjadi lokasi pertambangan batu bara yang aktif hingga saat ini.

Dulunya sebelum menjadi desa definitif, ungkap Suparno adalah lokasi unit permukiman transmigrasi Sebamban II, sejak 1980 an.

Belakangan, informasi lahan pekarangan dan lahan pertanian warga eks transmigrasi itu tak digarap mereka.

Laham itu justru dijual pemiliknya menjadi areal pertambangan batu bara. Sebagian warga tidak menjual lahannya untuk ditanami komoditas karet dan sebagian kecil membuat kolam ikan air tawar.

Kepala Dusun 3 Desa Bukitmulia, Pujiarto mengaku pimpinan perusahaan pertambangan batu bara PT SSDK, Tajuddin sudah menemui para korban dampak banjir di rumah tinggal Paijan.

Menurut Pujiarto, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Posko Kintap tiba pada siang hari saja. Hingga malam ini tidak muncul lagi di lokasi bencana.

“Petugas BPBD Tanahlaut hanya mendata korban saja pak,” katanya.