Beranda DAERAH Sahnan: Keterlibatan Oknum, Polisi Jangan Lindungi Pelaku Kejahatan

Sahnan: Keterlibatan Oknum, Polisi Jangan Lindungi Pelaku Kejahatan

16
Direktur Rumah Bantuan Hukum, Sahnan Sahuri Siregar, SH, MH

SUMBAR.KABARDAERAH.COM— Direktur Rumah Bantuan Hukum, Sahnan Sahuri Siregar, SH, MH menilai penetapan tiga tersangka kasus penganiayaan terhadap yogi, terkesan tergesa-gesa dilakukan oleh Polsek Sei Beremas Kabupaten Pasaman Barat.

Seharusnya polsek sei beremas melidik “SF” (oknum polisi) dan “S” yang pertama kali menjemput korban dikolam pemancingan pada sabtu malam (09/02/2018), karena mereka lah yang diduga kuat yang bertanggung jawab atas semua ini dan bahkan bisa jadi ada tersangka-tersangka lainnya,” kata Direktur RBH kepada media ini, (16/02/2018).

Menurutnya, ketiga orang ini adalah orang yang disuruh. Oleh karena itu, orang yang menyuruh harus dimintai pertanggung jawaban. Dari pengamatannya, penganiayaan ini diduga sudah direncanakan, karena ketiga tersangka masih ada hubungan kekeluargaan dengan oknum polisi “SF” dan “S”.

Jika si oknum polisi itu beralasan ikut melerai atas kejadian ini, itu tidak mungkin. Bagaimana pun juga, si oknum polisi ini harus menunjukkan dasar apa sikorban dijemput.

Jika ia beralasan untuk dimintai keterangan, apa ada surat perintah atau ada laporan?, Orang tua korban tau gak anaknya dijemput?

Lebih memiriskan kata Sahnan, pada malam kejadian sikorban dianiaya dibeberapa lokasi dan kabarnya juga korban sempat dibawa dan dianiaya dihalaman rumah haji muhdar (rumah mertua oknum polisi). Jadi dari sini kita bisa menilai, oknum polisi ini terlibat dan diduga ada tersangka lainnya yang ikut merencanakan kasus penganiayaan ini.

Keterlibatan oknum polisi dalam kasus ini sangat kuat, maka kepolisian daerah polres pasbar jangan memberikan perlindungan dalam pelaku kejahatan.

Melindungi pelaku kejahatan sama dengan artinya melakukan kejahatan. Apa lagi mentolerir tindakan penyiksaan atau perlakuan yang kejam tidak manusiawi, itu sama saja telah merendahkan martabat manusia.

Jika ketiga orang ini saja yang ditetapkan tersangka, sepertinya kepolisian diduga telah mengkaburkan tersangka lainnya. Karena menurutnya, pelaku yang ditetapkan itu pelaku yang ikut serta, bukan otak dari pelaku yang sebenarnya,” ulasnya. (Tim)