Beranda HEADLINE TMP Kalimantan Selatan Mengutuk Keras Pelaku BOM Tempat Ibadah Di Surabaya

TMP Kalimantan Selatan Mengutuk Keras Pelaku BOM Tempat Ibadah Di Surabaya

28

KALSEL.KABARDAERAH.COM – Sebuah ledakan BOM terjadi di Surabaya sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi di 3 (tiga)  Tempat Ibadah. Salah satunya adalah tempat ibadah kristiani yaitu Gereja Katolik Santa Maria Ngangel, Suarabaya, Jawa Timur.

Sampai saat ini informasi sementara dari lapangan bahwa korban yang meninggal sebanyak 11 orang. Diantaranya 1 meninggal barusan setelah dirawat dirumah sakit, sedangkan 10 orang meninggal ditempat terbagi di tiga lokasi ledakan.

Ketua TMP Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa segala sesuatu mari kita kedepankan musyawarah. Kita carikan win-win solution Insaallah ada jalan keluar, jangan sampai kita membenci suatu kaum lalu membabi buta tanpa dasar yang jelas.

“Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP)  menyampaikan kepada kami bahwa jangan sampai kita terpancing dengan kejadian BOM tersebut. Dan TMP  Kalimantan Selatan berbela sungkawa kepada korban serta keluarga yang ditinggalkannya sekaligus mengutuk keras Pelaku BOM tersebut. Apapun alasannya seharusnya dimusyawarahkan dahulu sebelum bertindak, apalagi pelaku terindikasi jaringan terorisme. Tidak ada agama didunia ini menghalalkan membunuh orang yang tidak berdosa apalagi dengan cara bunuh diri,” Ucap Mubarok Kabid Keagamaan TMP Kalsel kepada kalsel.kabardaerah.com tadi siang, minggu (13/05) di Sekretariat TMP Kalsel.

Semua berduka dengan kejadian tersebut, tokoh lintas agama sama-sama mengutuk keras pelaku. Tidak hanya di Surabaya di Kalimantan Selatan pun tokoh lintas agama mengecam perbuatan tersebut. Karena tidak berprikemanusiaan dan tidak beradab cara-cara yang dilakukan.

Mubarok menjelaskan apa yang disampaikan Ketua Umum bahwa kita diminta tidak terpancing apalagi nanti teradu domba yang menyebabkan pecah belah umat. Jika kita terpecah belah maka NKRI yang jadi taruhannya. Kepolisian segera usut tuntas sampai ke akar-akarnya apa motif dan jaringan dari mana pelakunya?. “Pada zaman Sultan Muhammad Alfatih saat setelah menguasai kota suci di turki yaitu kota Konstantinopel. Pada waktu itu Sultan Alfatih memberikan kebebasan kepada semua warga turki menganut agama sesuai keyakinannya. Apakah kita tidak dapat memetik values dari kisah tersebut?, sampai-sampai sesama anak bangsa, sesama orang indonesia saling membunuh apalagi kejadiannya ditempat ibadah. Perlu diingat bahwa Pangeran Muhammad Alfatih adalah pemimpin yang disabdakan nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin terbaik dizamannya dan prajuritnya adalah prajurit terbaik. Kalau sudah orang yang disabdakan saja memberikan kebebasan menjalankan dan memeluk agama sesuai keyakinannya lalu kenapa di zaman now ini masih ada permusuhan yang berbau agama seperti bom di tempat ibadah? Masihkah kita menganggap diri kita yang terbaik padahal kita tidak pernah disabdakan sebagai pemimpin/perajurit terbaik?.

“Mari kita berfikir secara jernih cara menghilangkan nyawa orang lain itu melanggar hukum dan melanggar perintah agama (Al-maidah: 32). Bukankah kita diperintahkan berlomba-lomba untuk kebaikan bukan sebaliknya. Demi NKRI mari kita bersatu membangun bangsa ini jangan ada lagi dendam atau tidak suka kepada kelompok tertentu. Kami sangat tidak menyukai terorisme dan kami juga mengajak kepada semua elemen masyarakat agar ikut aktif memberantas terorisme. Mari kita bantu negara agar terorisme punah dan lenyap dimuka bumi ini, karena hanya dengan bersatu semua elemen masyarakat dapat menghilangkan terorisme ke akar-akarnya,” Tambahnya.

Kejadian BOM  dibeberapa rumah ibadah disurabaya terjadi setelah kasus teror di markas Brimob di Depok yang pelakunya adalah tahanan terorisme. Setelah kasus didepok seharusnya semua daerah waspada khususnya kepolisian dan meningkatkan keamanannya, karena keselamatan dan nyawa warga adalah tanggung jawab negara dalam hal ini pihak kepolisian. Jangan sampai korban berjatuhan lagi dan peran BIN haruslah ditingkatkan agar bisa di cegah kejadian kejadian yang tidak diinginkan. (AM)